Pergerakan harga emas berpotensi terkoreksi dalam jangka
pendek di tengah sentimen membaiknya hubungan antara AS dengan Tiongkok
serta progres dalam penanganan virus korona setelah Presiden AS Donald
Trump mengizinkan FDA untuk menggunakan plasma darah pasien yang sembuh
untuk pengobatan.
Sementara itu untuk pergerakan mata
uang, dolar AS berpotensi melemah jangka pendek dibalik sikap wait and
see pasar menjelang pidato ketua Fed Jerome Powell yang dijadwalkan hari
Kamis untuk mencari petunjuk tentang kerangka kerja kebijakan bank
sentral AS di masa mendatang.
Potensi Pergerakan
EMAS
Setelah
berakhir turun $0,71 di level $1928,13 pada hari Selasa, harga emas
berpotensi bergerak turun lebih lanjut untuk menguji support di $1920 -
$1904 di tengah sentimen membaiknya hubungan antara AS-Tiongkok serta
progres penanganan virus korona. Namun, penurunan berpeluang terbatas
dan dapat berbalik naik jika dominannya sentimen pelemahan dolar AS di
tengah sikap wait and see pasar menjelang pidato Fed Powell besok serta
jika data Durable Goods Orders AS yang dirilis pukul 19:30 WIB hasilnya
lebih buruk dari estimasi untuk menguji level resisten di $1936 - $1950.
MINYAK
Harga
minyak berpotensi untuk lanjutkan kenaikannya setelah semalam berakhir
naik $0.98 di level $43.37 untuk menguji level resisten di $43.80 -
$44.50 karena sentimen turunnya cadangan minyak mentah AS dalam laporan
American Petroleum Institute (API) dan terganggunya produksi minyak di
Teluk Meksiko karena badai Laura. Harga minyak berpeluang terkoreksi
untuk menguji level support di $43.00 - $42.30 jika data cadangan minyak
mentah AS yang dilaporkan oleh Energy Information Administration (EIA)
pukul 21:30 WIB hasilnya pesimis.
EURUSD
Pasca
berakhir naik 47 pips di level 1.1835 pada hari Selasa, EURUSD
berpeluang untuk melanjutkan kenaikannya dalam jangka pendek untuk
menguji level resisten di 1.1870 - 1.1950 di tengah sentimen pelemahan
dolar AS dan pulihnya permintaan aset berisiko. Jika bergerak turun,
level support terlihat di 1.1800 - 1.1720.
GBPUSD
GBPUSD
berpeluang menguat lebih lanjut untuk membidik resisten di 1.3190 -
1.3250 setelah kemarin berakhir naik 88 pips di level 1.3152 di tengah
sentimen pelemahan dolar AS. Namun, jika pasar kembali cemaskan outlook
no-deal Brexit, GBPUSD berpeluang untuk bergerak turun, menguji support
di 1.3120 - 1.3060.
USDJPY
Outlook
pulihnya permintaan aset berisiko dibalik membaiknya hubungan
AS-Tiongkok berpeluang mempertahankan kenaikan USDJPY setelah kemarin
berakhir menguat 41 pips di level 106.39 untuk menguji level resisten di
106.70 - 107.20. Namun, jika dominannya sentimen pelemahan dolar AS,
USDJPY berpeluang untuk bergerak turun, mengincar support di 106.00 -
105.50.
AUDUSD
Pasca
berakhir naik 33 pips kemarin di level 0.7195, AUDUSD berpeluang
menjaga tren kenaikannya dibalik optimisnya data construction work done
Australia serta membaiknya hubungan AS-Tiongkok untuk menguji level
resisten di 0.7240 - 0.7290. Jika bergerak turun, level support terlihat
di 0.7170 - 0.7120.
Nikkei
Indeks
Nikkei berpeluang menguat dalam jangka pendek untuk menguji level
resisten di 23400 - 23700 setelah berakhir naik 170 poin di level 23305
pada hari Selasa di tengah outlook permintaan aset berisiko, melemahnya
yen dan tingginya harga minyak. Namun, jika pasar melakukan aksi profit
taking, indeks berpeluang turun untuk menguji level support di 23100 -
22800.
Hang Seng
Indeks
Hang Seng berpeluang mempertahankan penguatannya untuk menargetkan
resisten di 25700 - 26000 di tengah katalis positif membaiknya hubungan
antara AS dengan Tiongkok. Jika bergerak turun, level support terlihat
di 25260 - 25000.