Jakarta -
Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) final dan mengikat. Keputusan yang
adil sesuai fakta persidangan diharapkan ditelurkan hakim MK. Wibawa
dan martabat MK menjadi pertaruhan. Tak hanya itu saja, keputusan MK
juga wajib ditaati para elite politik. Semua harus legowo.
"Dalam sistem pemilu posisi MK memutus sengketa hasil pemilu. Pilpres ini menjadi bagian dari ujian konsistensi menghormati aturan main sebagaimana menjadi konsensus bangsa dalam sistem demokrasi. Artinya apapun keputusan MK semua pihak wajib menghormati," kata pengamat politik UGM Arie Sudjito, Kamis (21/8/2014).
Arie menjelaskan, MK telah menjalankan prosedur hukum serta berposisi independen. Pihak yang bersengketa juga telah diberi kesempatan untuk menyampaikan gugatannya serta pembelaannya.
"Bahkan publik mengawasinya secara transparan melalui media. Tentu dengan fakta dan dipersidangan hakim telah mengolah dan menganlisis sehingga keputusan yang ada menjadi bagian dari proses menegakkan demokrasi melalui jalur hukum," jelas dia.
"Saya lihat rakyat relatif siap bahkan sebagian besar elite juga mulai menyadari situasi ini. Makin matang sikap dan tindakan elite maka rakyat juga akan mengapresiasi. Jangan sampai ada segelintir elite yang merusak suasana," tambahnya.
Oleh karena itu, lanjut Arie, kepentingan bangsa jauh lebih penting di atas kepentingan kelompok apalagi segelintir orang.
"Demokrasi ini milik rakyat banyak jangan dikacaukan segelintir elite. Kalupun mau maksa membuat suasana keruh pasti rakyat tidak akan terjebak pada proses itu, berarti rakyat makin dewasa dan matang berdemokrasi," tutupnya.
sumber: detik
"Dalam sistem pemilu posisi MK memutus sengketa hasil pemilu. Pilpres ini menjadi bagian dari ujian konsistensi menghormati aturan main sebagaimana menjadi konsensus bangsa dalam sistem demokrasi. Artinya apapun keputusan MK semua pihak wajib menghormati," kata pengamat politik UGM Arie Sudjito, Kamis (21/8/2014).
Arie menjelaskan, MK telah menjalankan prosedur hukum serta berposisi independen. Pihak yang bersengketa juga telah diberi kesempatan untuk menyampaikan gugatannya serta pembelaannya.
"Bahkan publik mengawasinya secara transparan melalui media. Tentu dengan fakta dan dipersidangan hakim telah mengolah dan menganlisis sehingga keputusan yang ada menjadi bagian dari proses menegakkan demokrasi melalui jalur hukum," jelas dia.
"Saya lihat rakyat relatif siap bahkan sebagian besar elite juga mulai menyadari situasi ini. Makin matang sikap dan tindakan elite maka rakyat juga akan mengapresiasi. Jangan sampai ada segelintir elite yang merusak suasana," tambahnya.
Oleh karena itu, lanjut Arie, kepentingan bangsa jauh lebih penting di atas kepentingan kelompok apalagi segelintir orang.
"Demokrasi ini milik rakyat banyak jangan dikacaukan segelintir elite. Kalupun mau maksa membuat suasana keruh pasti rakyat tidak akan terjebak pada proses itu, berarti rakyat makin dewasa dan matang berdemokrasi," tutupnya.
sumber: detik



0 komentar:
Posting Komentar